Xpeng Siapkan Produk Baru Jelang Akhir 2026, L03 Jadi Sorotan Xpeng Indonesia kembali menyiapkan kejutan untuk pasar kendaraan listrik nasional setelah sepanjang 2026 cukup agresif memperluas lini produknya. Perusahaan memastikan masih ada model baru yang akan diperkenalkan menjelang pergantian tahun. Sinyal paling kuat mengarah kepada Xpeng L03, SUV coupe listrik berbasis kecerdasan buatan yang sebelumnya telah dipamerkan di GIIAS 2026.
Vice President Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto awalnya memberikan petunjuk bahwa perusahaan masih memiliki produk baru yang akan diperkenalkan menjelang akhir tahun. Keterangan terbaru pada 1 September kemudian memperjelas bahwa Xpeng ternyata menyiapkan dua model untuk kuartal keempat 2026. Salah satunya adalah L03, sementara identitas satu produk lainnya belum diungkap sepenuhnya.
Rencana tersebut membuat Oktober sampai Desember menjadi periode penting bagi Xpeng di Indonesia. Perusahaan baru saja memperbarui New X9 serta G6 Pro AWD pada Juni, tetapi sudah mempersiapkan penambahan pilihan berikutnya sebelum tahun berganti.
Xpeng Pastikan Ada Dua Model Baru
Hari Arifianto mengungkap bahwa dua kendaraan baru tersebut layak ditunggu konsumen Indonesia. Ia menyebut L03 sebagai salah satu model yang masuk agenda, sedangkan kendaraan lainnya hanya diberi petunjuk berasal dari keluarga model G.
Xpeng belum membuka nama lengkap kendaraan kedua. Hal tersebut membuat sejumlah kemungkinan langsung berkembang setelah pernyataan disampaikan. Perusahaan memilih menyimpan informasi lebih rinci mengenai desain, spesifikasi, harga, serta posisi model tersebut sampai mendekati hari peluncuran.
Yang sudah dipastikan adalah waktu pengenalannya. Hari menyebut Oktober, November, atau Desember sebagai periode yang sedang dipertimbangkan untuk meluncurkan kedua kendaraan tersebut.
Dengan demikian, konsumen tidak perlu menunggu hingga 2027 untuk melihat penambahan jajaran Xpeng di Indonesia.
“Menurut penulis, keputusan menambah produk dalam waktu berdekatan menunjukkan Xpeng ingin membangun pilihan yang lebih lengkap sebelum persaingan kendaraan listrik Indonesia semakin padat.”
GX Dipastikan Bukan Model yang Meluncur Tahun Ini
Salah satu dugaan yang sempat muncul adalah Xpeng GX. Kendaraan tersebut ikut menjadi perhatian ketika dipamerkan di GIIAS 2026 bersama sejumlah teknologi Xpeng lainnya.
Hari kemudian menutup kemungkinan tersebut untuk 2026.
Ia menjelaskan GX belum memiliki versi setir kanan yang siap dipasarkan dan pengembangannya masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat mobil itu membutuhkan waktu lebih panjang sebelum dapat dipertimbangkan untuk Indonesia.
Indonesia menggunakan konfigurasi setir kanan sehingga sebuah mobil global tidak dapat begitu saja dibawa dari versi China atau pasar setir kiri.
Perubahan posisi kemudi memerlukan penyesuaian dashboard, sistem kemudi, komponen keselamatan, perangkat elektronik, hingga berbagai proses homologasi.
Karena GX telah dicoret dari kandidat tahun ini, perhatian semakin mengarah kepada L03 dan satu model G lain yang identitasnya masih disimpan Xpeng.
L03 Sudah Lebih Dahulu Muncul di GIIAS 2026
L03 bukan kendaraan yang sama sekali asing bagi pengunjung Indonesia. Xpeng membawanya ke GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City pada 30 Juli sampai 9 Agustus.
Kehadiran tersebut mempunyai posisi khusus karena Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menampilkan L03 kepada publik. Mobil itu tiba tidak lama setelah peluncuran globalnya di Munich, Jerman, pada Juli 2026.
Saat itu Xpeng belum menyebut L03 sebagai produk yang sudah resmi dijual di Indonesia.
Mobil ditempatkan sebagai bagian dari Special Display untuk memperlihatkan teknologi global terbaru perusahaan dan melihat respons konsumen.
Strategi tersebut ternyata menghasilkan respons cukup kuat.
Seratus SPK L03 Tercatat saat GIIAS
Meski belum resmi diluncurkan dan harga Indonesia belum diumumkan, L03 sudah mendapatkan sekitar 100 Surat Pemesanan Kendaraan selama GIIAS 2026.
Hari mengatakan antusiasme terhadap kendaraan tersebut sangat tinggi ketika dipamerkan. Pemesanan tersebut memberi perusahaan gambaran mengenai penerimaan awal konsumen sebelum produk masuk tahap penjualan reguler.
Angka 100 unit menarik karena konsumen melakukan pemesanan ketika masih terdapat beberapa informasi yang belum tersedia.
Harga resmi belum diumumkan. Varian khusus Indonesia juga belum dijabarkan. Jadwal pengiriman ketika itu masih menunggu keputusan perusahaan.
Xpeng memperkirakan unit L03 yang telah dipesan dapat mulai diterima konsumen pada awal 2027. Jadwal pastinya masih bergantung pada proses peluncuran dan persiapan distribusi.
L03 Menggunakan Bentuk SUV Coupe
Xpeng menyebut L03 sebagai Next Generation AI SUV Coupe. Secara dimensi, mobil ini mempunyai panjang 4.650 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.600 mm, serta jarak sumbu roda 2.850 mm pada spesifikasi global.
Ukuran tersebut menempatkannya di wilayah SUV menengah dengan konfigurasi lima tempat duduk.
Bentuk atap bagian belakang dibuat melandai untuk memberikan karakter coupe, tetapi tinggi bodi tetap mempertahankan tampilan SUV.
Xpeng mengembangkan desainnya di bawah arahan JuanMa Lopez yang sebelumnya pernah menjadi Chief Exterior Designer Ferrari. Filosofi Vital Flow menghasilkan koefisien hambatan udara hanya 0,228 Cd.
Angka aerodinamika rendah penting bagi mobil listrik karena hambatan udara mempunyai pengaruh besar terhadap konsumsi energi, terutama ketika kendaraan bergerak pada kecepatan tinggi.
Kabin Mengandalkan Layar 15,6 Inci
Masuk ke dalam kabin, L03 menggunakan pendekatan minimalis yang sangat bergantung pada sistem digital.
Bagian tengah dashboard ditempati layar 15,6 inci. Pengemudi juga memperoleh Wide Head Up Display untuk menampilkan informasi berkendara tanpa harus terlalu sering mengalihkan pandangan dari jalan.
Sistem operasinya menggunakan XOS 6 yang menjadi pusat berbagai fungsi kendaraan.
Pencahayaan ambient, pengaturan pendingin udara, hiburan, navigasi, sampai berbagai pengaturan kendaraan dapat diakses melalui sistem tersebut.
Asisten suara generasi baru juga dirancang memahami percakapan lebih alami. Perusahaan menyebut kemampuan perangkat lunak dapat terus diperbarui melalui pembaruan OTA.
Hal tersebut membuat beberapa fungsi kendaraan dapat ditingkatkan tanpa pemilik harus membawa mobil ke bengkel hanya untuk memasang perangkat lunak baru.
Tiga Chip Turing Menawarkan 2.250 TOPS
Salah satu bagian yang paling ditonjolkan Xpeng adalah kemampuan komputasi.
L03 dapat dibekali tiga Turing AI Chip yang dikembangkan Xpeng dengan kemampuan komputasi gabungan sampai 2.250 TOPS. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung berbagai fungsi kecerdasan kendaraan.
Angka TOPS menggambarkan kemampuan menjalankan triliunan operasi dalam satu detik.
Namun, angka tinggi tidak otomatis berarti kendaraan dapat mengemudi sendiri tanpa campur tangan manusia. Kemampuan aktual tetap bergantung pada perangkat lunak, sensor, aturan negara tempat mobil digunakan, dan batas sistem bantuan pengemudi.
Xpeng mengembangkan NGP berbasis VLA 2.0 sebagai sistem bantuan berkendara generasi barunya.
Peluncuran NGP secara global direncanakan mulai 2027 dan tetap bergantung pada regulasi di masing masing negara.
Google Maps Terintegrasi Langsung ke Mobil
L03 juga menjadi model penting dalam kerja sama antara Xpeng dan Google Maps.
Xpeng menjadi produsen kendaraan pertama dari China dan kawasan Asia Pasifik yang menggunakan Google Maps Auto SDK. Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan membangun pengalaman navigasinya sendiri menggunakan fondasi Google Maps.
Pengguna tidak harus menjalankan Google Maps melalui pencerminan layar ponsel.
Informasi lalu lintas, pencarian tempat, perencanaan perjalanan, serta perkiraan kebutuhan energi dapat diintegrasikan langsung dengan kendaraan.
Data peta tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung sistem bantuan pengemudi Xpeng di pasar internasional.
Bagi konsumen Indonesia, detail implementasinya masih harus menunggu spesifikasi resmi model lokal. Perusahaan belum menyebut apakah seluruh fitur global akan langsung tersedia ketika L03 mulai dijual di Tanah Air.
Varian Global Menawarkan Jarak hingga 520 Kilometer
Pilihan L03 di pasar global cukup luas. Salah satu versi dasar menggunakan baterai LFP 58,3 kWh dengan motor belakang dan klaim jarak WLTP sekitar 445 kilometer.
Versi tersebut menghasilkan tenaga sekitar 180 kW pada konfigurasi tertentu, torsi 264 Nm, serta mampu mencapai 100 km per jam dalam sekitar 7,5 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 180 km per jam.
Tersedia pula Long Range dengan baterai 71,2 kWh yang mampu mencapai sekitar 520 kilometer berdasarkan WLTP pada konfigurasi pasar tertentu.
Versi AWD Performance menawarkan dua motor dan kemampuan akselerasi 0 sampai 100 km per jam sekitar 4,5 detik.
Namun, konsumen Indonesia belum dapat menggunakan angka tersebut untuk menentukan varian yang akan dijual di sini.
Xpeng Indonesia belum mengumumkan jenis baterai, motor, jarak tempuh, atau konfigurasi yang dipilih untuk pasar lokal.
Pengisian Cepat Menjadi Salah Satu Senjata L03
L03 menggunakan teknologi pengisian baterai yang cukup agresif.
Pada RWD Standard Range global, daya pengisian DC maksimal mencapai sekitar 193 kW. Baterai dapat diisi dari 10 persen sampai 80 persen dalam sekitar 20 menit pada kondisi ideal.
Long Range serta AWD Performance pada beberapa pasar mendukung pengisian DC hingga sekitar 236 kW dengan waktu 10 persen sampai 80 persen yang juga diklaim sekitar 20 menit.
Kecepatan aktual tentu bergantung pada kemampuan stasiun pengisian, temperatur baterai, kondisi baterai, serta berbagai faktor lainnya.
Fitur pengisian cepat akan menjadi penting apabila Xpeng membawa spesifikasi serupa ke Indonesia.
Konsumen kendaraan listrik semakin memperhatikan bukan hanya seberapa jauh mobil dapat berjalan, tetapi juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali jarak tempuh.
Harga Indonesia Masih Disimpan
Pertanyaan terbesar mengenai L03 saat ini adalah harga.
Xpeng belum mengumumkan banderol Indonesia meskipun pemesanan awal sudah diterima saat GIIAS.
Di Jerman, L03 mulai ditawarkan sekitar 35.600 euro. Harga tersebut tidak dapat langsung dikonversi menjadi harga Indonesia karena struktur pajak, biaya distribusi, konfigurasi, insentif, dan strategi masing masing negara berbeda.
Posisi harga akan menjadi faktor penting karena jajaran Xpeng di Indonesia sekarang bermain mulai kisaran ratusan juta tinggi.
Situs resmi Xpeng Indonesia mencantumkan G6 Pro mulai Rp679 juta, sementara New X9 berada mulai sekitar Rp1,14 miliar.
L03 dapat memberi perusahaan kesempatan masuk ke lapisan harga yang berbeda apabila ditempatkan di bawah G6 Pro.
Namun, sampai harga resmi keluar, kemungkinan tersebut tetap harus diperlakukan sebagai perkiraan.
G6 dan X9 Menjadi Fondasi Xpeng di Indonesia
Xpeng mulai membangun pasar Indonesia melalui G6 dan X9 sebelum memperluas pilihannya sepanjang 2026.
Pada Juni, perusahaan memperkenalkan New X9 dan G6 Pro AWD. G6 Pro AWD menggunakan dua motor dengan kombinasi motor belakang 218 kW serta motor depan 140 kW. Kendaraan tersebut mampu mencapai 100 km per jam dalam sekitar 4,13 detik.
G6 Pro AWD menggunakan baterai 80,8 kWh dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 575 kilometer berdasarkan NEDC.
New X9 berada pada kelas berbeda sebagai MPV listrik tujuh penumpang. Model tersebut menawarkan pilihan jarak hingga 715 kilometer berdasarkan NEDC pada varian tertentu.
Penambahan L03 dapat membuat rentang produk Xpeng lebih lebar karena bentuk dan ukurannya berbeda dari MPV X9 maupun G6.
Indonesia Punya Posisi Penting bagi Ekspansi Xpeng
Indonesia bukan hanya menjadi pasar penjualan bagi Xpeng.
Perusahaan telah memulai produksi kendaraan setir kanan di dalam negeri. Ketika X9 diperkenalkan, Xpeng menyebut Indonesia sebagai lokasi produksi luar China pertamanya.
Strategi tersebut kemudian diperluas dengan jaringan penjualan dan layanan.
Pada Februari 2026, Xpeng membuka Pop Up Store di Bandung sebagai langkah pertama keluar dari Jabodetabek. Perusahaan menyatakan ekspansi jaringan ke kota besar lain menjadi salah satu fokus tahun ini.
Kesiapan jaringan akan menjadi penting ketika jumlah model bertambah.
Semakin banyak kendaraan yang ditawarkan, semakin besar kebutuhan terhadap pusat layanan, stok komponen, tenaga teknisi, dan dukungan pengisian.
L03 Juga Mendukung Strategi Global Xpeng
Secara global, L03 mempunyai tanggung jawab besar bagi perusahaan.
Xpeng memperkenalkannya secara serentak untuk puluhan negara dan wilayah. Pengiriman internasional mulai direncanakan pada kuartal keempat 2026.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua, Xpeng menyebut pesanan L03 saat peluncuran mencapai tingkat yang kuat dan pengiriman luar China diharapkan mulai memberi kontribusi pada kuartal keempat.
Perusahaan menargetkan pengiriman luar negeri secara keseluruhan melampaui 40 ribu unit pada periode tersebut.
Australia bahkan telah memastikan L03 setir kanan akan dijual pada kuartal keempat 2026. Hal itu memberi petunjuk bahwa pengembangan konfigurasi setir kanan L03 sudah jauh lebih siap dibandingkan GX.
Peluncuran Belum Tentu Dilakukan di GJAW
Jadwal kuartal keempat membuat GAIKINDO Jakarta Auto Week 2026 langsung muncul sebagai salah satu kemungkinan lokasi peluncuran.
GJAW tahun ini berlangsung pada 20 sampai 29 November 2026 di ICE BSD City.
Namun, Hari memberi sinyal Xpeng belum tentu menggunakan pameran tersebut.
Menurutnya, meluncurkan dua kendaraan sekaligus berpotensi membuat perhatian pasar terbagi. Xpeng lebih tertarik mengadakan acara tersendiri agar setiap produk memperoleh perhatian maksimal.
Dengan pendekatan tersebut, satu model dapat muncul pada Oktober dan produk berikutnya menyusul pada November atau Desember.
Jadwal pastinya belum diumumkan.
Model Kedua Tetap Menjadi Kejutan
Setelah L03 semakin jelas, pertanyaan kini bergeser kepada kendaraan kedua.
Hari hanya memberikan petunjuk mengenai sebuah model G, tetapi belum membuka identitas lengkapnya. Ia juga secara tegas menyatakan kendaraan tersebut bukan GX karena versi setir kanannya belum siap.
Xpeng mempunyai sejumlah produk keluarga G di pasar global, tetapi tidak ada dasar yang cukup kuat untuk menetapkan salah satunya sebagai kendaraan Indonesia sebelum perusahaan memberikan pengumuman.
Situasi tersebut membuat peluncuran kuartal keempat tidak hanya menjadi agenda masuknya L03.
Perusahaan masih menyimpan satu kartu tambahan yang dapat mengubah susunan lini Xpeng di Indonesia.
“Menahan identitas model kedua memberi Xpeng ruang membangun perhatian secara bertahap. Namun, yang lebih menentukan nantinya tetap harga, spesifikasi lokal, jaringan layanan, dan waktu pengiriman kepada konsumen.”
Konsumen L03 Diperkirakan Mulai Menerima Unit pada 2027
Meski peluncuran ditargetkan berlangsung sebelum akhir 2026, konsumen yang sudah memesan L03 kemungkinan baru menerima unit pada awal tahun berikutnya.
Hari mengatakan perusahaan berharap pengiriman dapat dilakukan secepat mungkin, dengan estimasi sementara awal 2027.
Waktu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan homologasi, menentukan konfigurasi Indonesia, menyiapkan pasokan, dan memastikan dukungan layanan.
Sekitar seratus pemesan awal dari GIIAS akan menjadi kelompok pertama yang menunggu kepastian harga serta spesifikasi final.
Xpeng masih memiliki beberapa bulan untuk menyusun seluruh detail tersebut. Oktober sampai Desember kini menjadi jendela yang sudah disebut langsung oleh perusahaan, sementara L03 berada pada posisi paling jelas sebagai salah satu kendaraan yang akan mengisi agenda peluncuran Xpeng Indonesia sebelum 2026 berakhir.


Comment