Bunyi gesekan seperti besi pada rem belakang motor bekas sering dianggap sepele oleh banyak pemilik kendaraan. Padahal, suara ini bisa menjadi tanda bahwa komponen pengereman sudah berada di titik yang mengkhawatirkan. Jika dibiarkan, bukan hanya kampas rem yang habis, tetapi permukaan tromol atau piringan, bahkan pelek, bisa ikut menerima beban getaran dan panas berlebih. Pada motor bekas, persoalan seperti ini lebih sering muncul karena riwayat perawatan tidak selalu jelas, pemakaian sebelumnya berbeda beda, dan kondisi komponen sering kali sudah menurun tanpa terlihat dari luar.
Suara besi yang muncul saat tuas atau pedal rem diinjak biasanya tidak datang begitu saja. Ada proses keausan, kelonggaran, kotoran menumpuk, atau pemasangan komponen yang tidak presisi. Karena itu, pemeriksaan rem belakang tidak cukup hanya melihat apakah motor masih bisa berhenti. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana rem bekerja, bagaimana bunyinya, apakah ada getaran, dan apakah roda belakang tetap berputar normal setelah pedal dilepas.
Rem belakang motor bekas bunyi besi, gejalanya sering muncul pelan lalu tiba tiba parah
Pada banyak kasus, suara pada rem belakang dimulai dari bunyi tipis saat motor berjalan pelan. Setelah beberapa hari atau minggu, bunyi berubah menjadi kasar, tajam, dan terdengar seperti logam bergesekan langsung. Inilah alasan mengapa rem belakang motor bekas perlu diperiksa sejak gejala awal, bukan setelah kerusakan terasa berat.
Gejala awal biasanya cukup mudah dikenali jika pemilik motor teliti. Motor bisa tetap terasa normal saat dipakai, tetapi ada tanda kecil yang menunjukkan sistem pengereman mulai bermasalah. Tanda itu antara lain suara decit yang berubah menjadi gesekan besi, pedal rem terasa lebih dalam, roda belakang seperti tertahan, atau ada aroma panas setelah perjalanan pendek.
Kerusakan yang dibiarkan dapat merembet. Pada rem tromol, kampas yang habis bisa membuat sepatu rem bergesekan tidak sempurna dan memakan permukaan tromol. Pada rem cakram, kampas yang tipis bisa membuat backing plate menyentuh piringan. Dalam kondisi lebih buruk, putaran roda jadi tidak seimbang, laher menerima tekanan tambahan, dan pelek terkena efek getaran terus menerus.
> “Kalau bunyi besi sudah terdengar jelas, itu bukan lagi peringatan ringan. Biasanya ada komponen yang sudah lewat batas aman.”
Sumber suara besi pada rem belakang motor bekas yang paling sering luput diperiksa
Masalah pada rem belakang tidak selalu berasal dari satu titik. Justru pada motor bekas, suara besi sering muncul karena gabungan beberapa komponen yang sama sama aus. Pemeriksaan harus dilakukan menyeluruh agar akar masalah benar benar ditemukan.
Rem belakang motor bekas pada sistem tromol sering bermula dari kampas habis
Banyak motor harian masih memakai rem belakang tromol. Sistem ini terkenal sederhana dan tahan lama, tetapi justru sering diabaikan karena dianggap awet. Saat kampas rem tromol menipis, gesekan tidak lagi terjadi pada material kampas secara optimal. Permukaan logam penopang bisa mulai bersentuhan dengan tromol dan menimbulkan bunyi kasar.
Selain kampas habis, tromol yang sudah baret atau oval juga dapat memicu suara. Ketika permukaan di dalam tromol tidak lagi rata, sepatu rem menekan dengan pola tidak merata. Akibatnya muncul bunyi, getaran, dan daya pengereman tidak konsisten.
Beberapa penyebab lain pada rem tromol meliputi:
1. Debu kampas menumpuk sangat tebal di rumah tromol
2. Per pengembali sepatu rem melemah
3. Cam rem seret karena jarang dibersihkan
4. Setelan rem terlalu rapat
5. Tromol retak halus atau aus tidak merata
Rem belakang motor bekas dengan cakram bisa bunyi karena backing plate menyentuh piringan
Pada motor yang memakai rem cakram belakang, suara besi umumnya lebih mudah dikenali karena terdengar nyaring. Penyebab paling umum adalah kampas rem sudah sangat tipis hingga bagian belakang kampas atau backing plate menyentuh piringan cakram.
Masalah lain bisa datang dari pin kaliper yang macet, piston kaliper kotor, atau piringan yang permukaannya bergelombang. Ketika kampas tidak menempel dan melepas secara normal, gesekan akan terus terjadi meski rem tidak sedang diinjak. Inilah yang membuat roda belakang terasa berat dan cepat panas.
Jika kondisi ini dibiarkan, piringan bisa terkikis lebih cepat. Biaya penggantian cakram tentu lebih besar dibanding hanya mengganti kampas sejak awal.
Pelek bisa ikut terancam saat rem belakang dibiarkan bermasalah
Hubungan rem dan pelek memang tidak selalu langsung terlihat. Namun ketika rem belakang terus bermasalah, pelek dapat ikut terkena efek lanjutan. Ini terutama terjadi bila roda belakang mengalami panas berlebih, getaran konstan, atau putaran tidak stabil.
Pada motor dengan rem seret, panas dari area pengereman bisa menjalar ke bagian sekitar hub roda. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat komponen bekerja di luar suhu ideal. Jika motor sering dipakai membawa beban atau melintasi jalan rusak, pelek menerima kombinasi tekanan yang lebih berat.
Pelek juga terancam saat pengendara memaksa motor tetap jalan meski roda belakang terasa mengunci sebagian. Putaran roda yang tidak bebas menciptakan hentakan kecil berulang. Hentakan ini mungkin tidak langsung membengkokkan pelek, tetapi bisa mempercepat keausan bagian pendukung roda dan membuat kestabilan menurun.
Yang patut diwaspadai adalah ketika bunyi besi dibarengi gejala berikut:
1. Roda belakang sulit diputar saat motor standar tengah
2. Velg terasa sangat panas setelah perjalanan singkat
3. Motor seperti tertahan saat gas dibuka
4. Ada getaran dari belakang saat pengereman
5. Ban aus tidak merata
Cara membedakan bunyi rem dengan bunyi dari laher, gir, atau rantai
Tidak semua suara kasar dari area belakang berarti rem bermasalah. Pada motor bekas, bunyi dari laher roda, rantai, gir, atau rumah CVT pada skutik kadang terdengar mirip. Karena itu, identifikasi suara menjadi langkah penting sebelum membongkar komponen.
Bunyi rem biasanya muncul atau berubah saat pedal rem diinjak. Jika suara semakin keras ketika pengereman dilakukan, kemungkinan besar sumbernya memang dari sistem rem. Sebaliknya, jika suara tetap ada meski rem tidak dipakai, pemeriksaan harus meluas ke laher roda, rantai, gir belakang, atau komponen lain di sekitar roda.
Cara sederhana yang sering dilakukan bengkel adalah memutar roda belakang saat motor di standar tengah. Dari situ bisa diketahui apakah roda seret, apakah ada gesekan konstan, dan apakah bunyi muncul pada titik putaran tertentu. Jika bunyi terdengar ritmis, bisa jadi ada permukaan cakram atau tromol yang tidak rata.
Rem belakang motor bekas perlu diuji saat roda bebas dan saat diinjak
Pemeriksaan rem belakang motor bekas sebaiknya dilakukan dalam dua kondisi. Pertama saat roda diputar bebas tanpa rem. Kedua saat rem diinjak perlahan. Dari dua kondisi ini, sumber suara biasanya lebih mudah dipetakan.
Saat roda bebas, perhatikan apakah ada gesekan tipis yang terus menerus. Pada rem cakram, gesekan sangat halus kadang masih tergolong normal, tetapi jika bunyinya kasar dan roda cepat berhenti, itu tanda ada seretan berlebih. Saat rem diinjak, perhatikan apakah bunyi langsung muncul, apakah pedal terasa keras atau terlalu dalam, dan apakah roda berhenti dengan halus atau tersentak.
Titik pemeriksaan yang wajib dilihat sebelum membeli motor bekas
Bagi calon pembeli motor bekas, rem belakang sering kalah perhatian dibanding mesin dan bodi. Padahal rem adalah komponen keselamatan utama. Motor yang tampak mulus bisa saja menyimpan masalah pengereman yang cukup serius.
Saat mengecek unit motor bekas, ada beberapa bagian yang wajib diperhatikan secara teliti:
1. Ketebalan kampas rem belakang
2. Kondisi piringan atau tromol
3. Warna permukaan cakram, apakah ada bekas panas berlebih
4. Selang rem dan minyak rem pada model cakram
5. Setelan pedal rem
6. Putaran roda belakang saat motor di standar tengah
7. Suara saat motor didorong pelan sambil rem ditekan
Bila penjual mengizinkan test ride, cobalah motor pada kecepatan rendah. Dengarkan suara dari belakang saat rem dipakai pelan dan saat dipakai agak kuat. Motor yang remnya sehat akan berhenti dengan progresif, tidak menimbulkan suara logam kasar, dan tidak membuat roda seperti menahan setelah pedal dilepas.
> “Motor bekas yang enak dikendarai biasanya bukan yang paling kinclong, melainkan yang komponen dasarnya masih dirawat dengan jujur.”
Biaya perbaikan rem belakang bisa membengkak jika telat ditangani
Salah satu alasan banyak orang menunda servis rem adalah anggapan bahwa bunyi kecil belum tentu berbahaya. Padahal justru di fase itulah biaya masih bisa ditekan. Mengganti kampas rem jauh lebih murah dibanding mengganti cakram, tromol, kaliper, atau membenahi bagian roda yang ikut terdampak.
Pada rem tromol, biaya biasanya masih tergolong ringan jika hanya ganti kampas dan pembersihan rumah rem. Namun jika tromol sudah aus atau permukaannya rusak, pilihan perbaikannya menjadi lebih rumit. Pada rem cakram, kampas habis yang dibiarkan bisa membuat piringan terkikis, dan harga cakram original maupun aftermarket berkualitas tentu tidak murah.
Belum lagi jika kerusakan merembet ke piston kaliper, pin slider, laher roda, atau ban yang aus tidak merata akibat roda seret. Karena itu, bunyi besi dari rem belakang seharusnya diperlakukan sebagai sinyal servis segera, bukan ditunggu sampai motor benar benar sulit dikendalikan.
Langkah servis yang biasanya dilakukan bengkel saat suara besi sudah muncul
Saat motor masuk bengkel dengan keluhan rem belakang bunyi besi, mekanik umumnya tidak langsung mengganti satu komponen. Mereka akan memeriksa sistem secara menyeluruh karena sumber masalah bisa saling berkaitan.
Pada rem tromol, mekanik biasanya membuka roda, membersihkan debu kampas, memeriksa ketebalan kampas, mengecek kondisi tromol, memeriksa cam rem, serta melihat kekuatan per pengembali. Jika ada keausan tidak merata, komponen akan disarankan untuk diganti.
Pada rem cakram, pemeriksaan mencakup ketebalan kampas, kondisi piringan, kelancaran gerak piston kaliper, pin slider, dan volume minyak rem. Bila ada seretan, kaliper mungkin perlu dibersihkan dan dilumasi pada titik tertentu sesuai prosedur. Jika piringan sudah tergores dalam atau kampas habis total, penggantian menjadi langkah yang paling aman.
Pemilik motor bekas sebaiknya tidak hanya meminta bengkel menghilangkan bunyi. Yang lebih penting adalah memastikan penyebab bunyi benar benar diselesaikan, sehingga roda belakang kembali bekerja ringan, rem pakem, dan pelek tidak ikut menerima risiko dari masalah yang terus berulang.


Comment